Selasa, 17 November 2009

Indonesia Tidak Kalah

Write by Hanif

Sebagai insinyur yg bekerja di perusahaan non-pemerintah, maka pekerjaan adalah suatu hal yg dikejar dg cepat dan tepat. Alhamdulillah, dengan izin Allah saya pun bisa melakukannya. Mega proyek seluas 100 hektar di kawasan Deira - Dubai, insya Allah, menjadi pekerjaan kantor kami. Proyek tsb merupakan proyek ambisius milik salah satu dari keluarga Al Maktum yg terdiri dari 20 unit gedung berlantai 21, pusat rekreasi, pusat perbelanjaan, etc dg total jumlah gedung sekitar 25 buah. Konsultan utama proyek ini berasal dari Jerman, yaitu Kling Consult (www.klingconsult.de) dan Kieferle. Proyek ini dinamakan Jewel of the Creek (JOTC). http://www.kieferle-partner.com/news_5423_2008081548a57d357a629-Jewel-of-the-Creek.html.en
Lalu apakah yg hrs saya kerjakan di proyek ini? Tugas saya adalah melakukan optimasi desain atau VE (value engineering). Optimasi desain menjadi hal yg sangat diminati terutama di saat krisis saat ini. Lalu apakah harus lebih kepada project management (PM)? Belum, kali ini lebih kepada structural design yg merupakan spesialisasi saya meskipun terkadang saya juga harus ikut involve ke PM. Ini bukanlah proyek VE saya yg pertama kali. Ada gedung 40 lantai di riyadh yg saya desain ulang (strukturnya) secara total dan bisa menghemat biaya sebesar 20% dari nilai sebelumnya, tapi gedungnya bisa 150% lebih kuat.
Singkat kata saya harus melakukan analisa thd JOTC. Saya diberi 3 buah DVD yg berisi file desain mereka. Total jumlah file mencapai lebih dari 2,000 buah. Dan rupanya org jerman ini sangat teliti sekali (atau mungkin terlalu teliti) dalam membuat perhitungan. Sampai2 perlu lebih dari 1,000 halaman utk sebuah desain parameter gedung saja. Mereka juga menggunakan lebih dari 1,700 kombinasi beban per gedungnya. Hampir semua peraturan internasional dijadikan referensi. Mulai dari ACI, ASTM, AISC, British Standard, Eurocode, etc etc. Mungkin bisa dibuat ratusan judul skripsi utk proyek ini.
Dalam lingkungan kerja, suka atau tidak suka, waktu adalah uang. Maka utk melakukan analisa haruslah dilakukan dg cepat. Dan utk itu, manajer saya memberi saya masukan agar dilakukan optimasi thd tebal dinding geser (shear wall). Saya sendiri OK2 saja dan saya memang sudah tahu krn ada over-designed di dalam shear wall. Tapi kalo hanya shear wall, maka nilai optimasinya kurang. Saya sendiri berprinsip, ketika melakukan optimasi, yg dihemat haruslah besar persentasenya dan bukan sekedar penghematan 1,2 atau 5 % (meskipun 1% dalam proyek 100 hektar ini sama dengan jutaan dolar). Prinsip saya, penghematan yg dilakukan harus bisa dilihat meskipun dg mata tertutup, dg catatan safety factor tidak boleh dikorbankan. Safety factor adalah hal yg paling vital dalam desain struktur
Saya terus menganalisa, sampai saya (alhamdulillah) bisa menemukannya, yaitu di pondasinya. Pondasi gedung di JOTC menggunakan sistem raft/mat foundation dg tebal sekitar 2.4 m. Dan dari hasil analisa struktur yg saya lakukan (dan tentunya rahmat Allah), saya bisa menjadikannya 1.8 m dg menggunakan jumlah tulangan yg sama tanpa ada penambahan sedikitpun. Sistem superstructure-nya saya rubah sedikit tanpa berefek thd desain arsitektural tapi bisa menghemat material kira-kira 10% dari nilai sebelumnya. Perubahan yg "sedikit" itu ternyata membuat gedungnya menjadi lebih rigid dari sebelumnya. Alhamdulillah.
Hasil dari analisa tsb saya berikan ke manajer saya. Manajer saya sampai kaget dan mengkonfirmasi ulang, terutama mengenai tebal raft foundation-nya yg saya berani mengurangi 60 cm padahal insinyurnya bukan sembarangan melainkan para ahli dari jerman. Saya jawab dg tenang bahwa itu benar dan saya yakin bisa melakukannya dan itu masih memenuhi standar keamanan bangunan internasional. Alhamdulillah, ini memang bukan yg pertama kali saya menghadapi para "senior". Saya pernah "diuji" ketika saya (sendirian) hrs melakukan debat (masalah desain struktur) dg beberapa insinyur dan Doktor yg jauh lebih panas ketimbang sidang Tugas Akhir di ITS maupun soutenance di ECP. Kenapa? Krn desain struktur mereka saya kritik habis2an. Yah yg namanya dikritik, apalagi kalo sudah menyangkut duit banyak, nggak bakalan ada yg suka. Waktu itu, pihak "lawan" sampai bilang, "eh, anda jangan macam2. Anda ini menghadapi PhD dari imperial college-inggris". Saya jawab, "alhamdulillah saya lulusan ecole centrale paris-prancis, dan pernah ditawari PhD di imperial college, politecnico di torino-italy, chicago-US, namun saya tolak krn saya lebih suka bekerja"
Kembali ke cerita, ketika hal ini sampai di telinga klien, mereka senangnya bukan main. Mereka bilang bahwa pengurangan 1 cm saja bisa menghemat jutaan US dolar, apalagi sampai 60 cm. Tapi kesenangan saya tidak berhenti sampai di sini, saya harus melakukan diskusi dg pihak konsultan utama.
Ketika pertemuan pertama, saya gagal utk hadir krn harus melakukan inspeksi proyek slab pra-tekan dan baja yg saya desain. Kemudian pada pertemuan yg kedua saya datang lebih awal. Ketika sampai di kantor klien, belum sempat saya mengenalkan diri, mereka langsung bilang dan tersenyum, "Oh, anda pasti yg bernama Muhandis Hanif". Muhandis adalah bahasa arabnya insinyur. Dan rupanya mereka sudah mengenal saya lewat manajer saya yg datang di pertemuan sebelumnya dan bercerita banyak ttg saya. "kharajhu min faransa wa yatakallamu farinsiyah ", (dia itu lulusan prancis dan bisa berbhs prancis) kata manajer saya sambil mengenalkan saya lagi kpd klien.
Kemudian diskusi pun dimulai. Ketika diskusi, tidak tanggung2 pihak Kling membawa grup beberapa insinyur senior jerman. Mereka juga membawa insinyur struktur JOTC yg memiliki gelar PhD. Pada awalnya diskusi berlangsung alot krn tentu saja tidak semudah membalik telapak tangan bagi mereka utk merubah desain yg sudah matang.
Alhamdulillah, akhirnya mereka mau mengikuti saran2 optimasi meskipun tidak semua namun itu sudah sangat bagus krn yg diikuti mencapai 80-90%. Saya memang tidak lupa berdoa dan meminta doa orang tua ketika melakukan pekerjaan ini. Tapi, sepertinya saya hrs belajar bhs jerman agar bisa paham apa2 yg diperbincangkan di internal para germs, eh maksud saya germans, tsb.
Ya Allah, saya bersumpah atas nama-Mu bahwa ini semua hanyalah dari dan karena Engkau.
"Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridoi, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu"
al faqiiru ilallaah
Hanif
B.Eng (ITS), MSc (ECP), M.ASCE
Structural Engineer

Tidak ada komentar:

Postingan Populer