Jumat, 11 September 2009

Kisah Kewajiban Memuliakan Seorang Ibu

By: agussyafii

Ada seorang pemuda menemui Rasulullah dan berkata, Wahai Rasul, ayah saya
kini telah tiada, sedangkan ibu saya sudah tua. Kalau makan, saya haluskan
dulu makanannya kemudian saya letakkan makanan itu ke dalam mulutnya, tak
ubahnya anak kecil. Saya letakkan beliau dalam ayunan kain seperti bayi dan
setelah itu saya mengayunnya sampai tertidur.

Mendengar penuturan Rasulullah meneteskan air mata seraya mengatakan, Wahai
anak muda, engkau telah mendapatkan keberhasilan yang sangat layak karena
engkau memohon kepada Alloh dengan hati yang bersih dan niat yang tulus dan
Alloh telah mengabulkan doamu.

Anak muda itu bertanya, Wahai Nabi, apakah saya sudah dapat menggantikan
jerih payah ibu saya?

Rasulullah SAW bersabda, engkau takkan pernah bisa menggantikan semua jerih
payahnya bahkan satu rintihan di antara rintihan-rintihanny a pada saat
melahirkan. Didunia ini tidak ada yang bisa bekerja keras yang melebihi
dari yang dilakukan oleh seorang ibu.

Itulah sebabnya menghormati ibu adalah sebuah keharuan. Rintihan ibu di
malam hari dan bermunajat untuk anaknya akan selalu didengarkan oleh Alloh
SWT. Kesuksesan seorang anak berarti munajat yang didipanjatkan ibu ditengah
malam.

Postingan Populer